gay sexs

Loading...

Minggu, 28 November 2010

Pertengkaran Membuahkan Kenikmatan


Saya ari (20 thn) yang saat ini seorang mahasiswa sebuah universitas negri di kota Yogyakarta. Kota pelajar yang memberikan cap permanen tentang jati diri saya yang seorang GAY, dulu saat masih duduk di bangku SMA tidak pernah terbesit sedikitpun bahwa saya akan memiliki hasrat yang sangat berlebih terhadap sesama jenis saya. Karena pada saat SMA saya adalah seorang lelaki straight yang memiliki banyak pacar / playboy cap jempol,
Awal mula cerita ini adalah pada saat pertengkaran saya dengan temen2 kost yang membuat mood saya benar2 melesat turun, dengan cepat saya mengambil jaket dan kunci motor yang biasa ku taruh di meja belajar. Dengan kecepatan penuh ku pacu motorku berlari tanpa tau arah dan tujuan, akhirnya kuputuskan untuk berhenti tepat di alun2 dimana saat itu terdapat sebuah pentas seni yang salah satu bandnya merupakan band ternama yang menjadi favourite saya, ku parkirkan motor matic biru ini di parkiran dadakan yang selalu ada apabila sedang di adakan pensi alun alun..
Selama acara belangsung saya sangat menikmati acara yang sedang berjalan namun ada sedikit yang mengganjal, serasa ada yang mengawasiku. Saat ku lihat seorang lelaki dewasa sekitar 32 tahun dan memiliki wajah yang lumayan oke sedang menatapku penuh arti, namun perasaanku berbeda. Dia seakan sedang melucutiku dengan tatapan yang sangat tajam. Namun cepat2 ku alihkan perhatianku kembali pada pensi yang sedang berlangsung, dengan belompat2 kecil dan tangan ke atas ku menikmati lagu yang bergenre-kan hip hop, sampai tanpa saya sadari orang itu sudah berada tepat di belakangku. kaget dan gugup saat dia menabrakan badan besarnya ketubuh belakangku. sedikit kurasakan sebuah benda yang sepertinya sudas sedikit mengeras menyentuh pantat sebelah kiriku yang saat itu mengenakan jeans ketat yang membuat pantat gempalku terlihat sangat mempesona, ku coba untuk tidak menghiraukan, maklum namanya juga lagi pensi namun ia semakin tidak karuan 2x 3x 4x ia melakukan hal yang sama sampai akhirnya ku menoleh kebelakang dan kulihat dia dengan wajah sinis. Bad mood ku kembali lagi seacar seketika, dan ku putuskan untuk mencari minum untuk menenangkan ku yang kecapean dan sedikit kesal dengan perlakuan laki laki tadi.
Aku berhenti pada sebuah sego kucing dan memesan es jeruk dan mengambil beberapa makanan. Setelah selesai makan, minum dan juga membayar pastinya, aku putuskan untuk pergi ke motor matik ku ya parkirkan tadi dan melihat acara pensi dari motor maticku saja. Saat berada di motor matic ku keluarkan sebatang rokok class mild yang tersisa di kantong celanaku. Saat sedang asik menonton dan menikmati batang rokok terakhir, terlihat seorang pria berjalan menuju tempat dimana aku sedang berada. Saat ku perhatikan kembali ternyata pria itu adalah pria yang dari tadi menggangguku, entah mengapa jantungku terasa berdegup semakin keras dan telapak tangan terasa basah menandakan bahwa aku sedang gugup. Namun ku coba untuk tetap terlihat tenang dengan menghisap rokok kesukaanku ini. Saat dia sudah berada tepat di depan ku secara cepat di menggambil bungkus rokok dan melihat isinya yang ternyata sudah kosong.
“wah rokoknya habis ya” , ujarnya dengan santai.
“iya nih rokok yg gue isep rokok terakhir gue makanya gue nikmatin”, balas gue dengan lebih satntai.
“abis ini ga ada lagi donk yang bisa kamu isep?”, dengan senyum sedikit mesum.
“ya ga ada lah, kan gue bilang ini yang terahkir, emang lu punya kalo punya gue minta, haha!”
“Ada dan Berkali-kali lipat ukurannya daripada rokok yang kamu isep!. Hehe!” dengan senyum yang makin mesum dia lontarkan kata2 tersebut.
“maksud lu”’ dengan pura2 bego padahal gue tau maksud dia.
“hahahahaha kalo kammu mau ikut aja sama aku.”, katanya penuh tantangan.
Dia duduk di jok belakang motor ku, Lama kami berbicara kesana kemari sampai ku tau namanya HERMAN seorang pegawai negri di kota ini. Dia sering menghabiskan waktunya di alun2 untuk mencari para kucing muda dengan sedikit tertawa ia mengucapkannya, namun dalam perbincangan kita ada suatu hal yang selalu membuatku merasa terpancing, iya selalu menggaruk2 selangkangannya dan kadang dalam waktu yang sangat lama sehingga tonjolan di selangkangannya terlihat sedikit membesar. Entah mengapa aku yang straight ini begitu menikmatiyang dia sedang lakukan. Perbincangan kami sangat lama membicarakan mulai dari hobi masing2 sampai akhirnya kami membicarakan kebiasaan seks kami. Sampai tiba2 aku merasakan sebuah tiupan nafas di daerah leher dan seketika kurasakan bibir lembut seseorang menyentuh dan menciumi bagian leher kiriku. Saat ku coba selidiki ternyata hermanlah yang melakukannya. Entah mengapa tak ada niat untuk menolaknya dan justru malah mencoba untuk menikmatinya. Tempat ku memarkirkan motor memang sedikit terkena pancaran cahaya jadi tak begitu jelas terlihat apa yang kami lakukan saat ini.
Mulai dari leher kiri ke leher kanan dan akhirnya bibir kami saling bercumbu, bibir lembutnya melumat bibir bawahku dengan penuh nafsu, kubalas lumatan di bibir atasnya yang terasa tipis dan sangatlah lembut. Kurasakan kontolku sudah ngaceng penuh sehingga terasa sedikit sakit karena celana jeans yang kupakai terlalu ketat dan membuat permainan ini sedikit terganggu, seolah mengerti apa yang terjadi herman melepaskan lumatannya dan mencoba memeluk tubuhku. Ahhhhh kurasakan tubuh besar yang berotot menyentuh tubuhku dan tangan beruratnya yang kekar melingkari pinggangku. Dan membisikan di telingaku.
“kamu mau malam ini main ke rumahku?” tanyanya penuh kasih sayang.
Tanpa mengatakkan sepatah kata pun ku anggukan kepalaku sebagai tanda persetujuan, lalu kami bergegas meninggalkan alun2 aku menggunakan motor maticku dan mengikuti mobil honda jazz silver milik herman. Setiba di rumahnya di daerah kaliurang yogyakarta. Kami berhenti di depan sebuah rumah mewah yang di akuinya adalah hasi jerih payahnya sela ini. Kami pun ber-gegas masuk dan herman langsung membawaku ke kamar yang menjadi kamar utama di rumah ini. Dia pun menyuruhku menunggu karna iya ingin mencuci muka terlebih dahulu. Tak seberapa lama dia pun keluar dengan hanya menggunakan celana pendek ketat berwarna putih sehingga menampilakan bentuk indah kontolnya yang sepertinya sudah setengah ngaceng.
Dia pun langsung bergegas menyambar ku yang tengah duduk di pinggir sofa empuk di kamar itu. Dan kembali melumat bibir ku dan kucoba membalas sebisa ku, namun permainannya terlalu buas. Dia lumat semua bibir tipisku. Ku jalari seluruh lekuk tubuhnya dengan jariku dan hingga akhirnya berhenti pada tumpukan daging yang ada di celananya. Kurasakan sudas semakin menegang. Ku coba turunkan celana ketat tersebut. Dan ternyata herman tidak menggunakan celana dalam sehingga kontolnya langsung keluar bebas mengacung tegak siap untuk bertempur. Sambil mengocok kontol gedenya yang kira2 ukurannya seperti kontol kuda 20 cm dengan diameter 4 Kucoba menggunakan kakiku untuk melepaskan celananya sehingga dia benar2 telanjang bulat. Ku kocok terus kontol kudanya itu sehingga tangan ku sedkit terasa basah dengan cairan precumnya. Ku lepaskan ciuman itu dan menciumi lehernya puting susunya yang mengerah ku hisap bagai bayi yang kehausan dan sedikit ku gigit. Di menggelinjang keenakan. Kamar itu benar2 sunyi hanya deru AC dan desahan kami sajalah yang terdengar disana, ku jilat2 bagian tubuh six packnya sehingga herman terlihat semakin menggelinjang. Kuturunkan hingga akhirnya ku temui benda pusaka miliknya dan tanpa tunggu lama ku masukan ke mulutku, pertama memang agak kwalahan karena bentuk kontolnya yang seperti kuda tersebut belum lagi dorongan tangannya di kepalaku yang membuat kontolnya masuk sampai ke tenggorokanku. Tersedak hingga ku lepaskan kontolku dan dia meminta maaf kepadaku. Lalu ku mulai lagi menghisap kepala kontolnya yang sudah memerah dan bentuknya yang besar seperti jambu air. Ku hisap penuh kekuatan dan ku gigit2 kecil sehingga erangan nya semkin membesar.
“ahhh .. ahhh .. ahhhhhhhh ... enakkhhhh .. bahhanghhetthh shhayyanghhh .. ahhhhhhh ..”
Slurp.. slurpp.. slurpp bunyi yang keluar saat precumnya keluar lagi. Ku hisap kembalo batang kontolnya yang terASA asin akibat percumnya. Hermanpun tak tinggal diam dia goyangkan maju mundur pantatnya sehingga ranjangnya bergoyang.
“oohh bebhhh ahhh.... ahhhhhh ... aaaaaahhhhh .. muluthhhh muhh ..... enakkhh bangethhh .. ahhhhh ..”
Semakin lama gerakan pantatnya semakin mencepat dan mencepat, dan ku mainkan buah penisnya dengan tangan kanan karena tangan kiriku mengocok batang kontolnya yang tidak seluruhnya masuk ke mulutku.
Karena tak mau keluar secepat itu dia pun mengangkat tubuhku menindihi tubuhnya. Dan kami berciuman kembali. Iya menggoyang-goyangkan pantatnya sehingga kontolnya bergesekan dengan kontolku .. nikmat tak terkira.
“ehhhh.. ehh .. ehhh .. ehh .. ehh .. ehhh .ehh ..” suara yang keluar karena kita sedang berciuman!.
Lama berciuman dan hermanpun bertanya
“mau di fuck engga??”
“mau”. Jawabku penuh nafsu
akhirnya herman pergi beranjak menuju meja rias dan mengambil botol body lotion, dan bertanya kembali. “ mau pake kondom? “ .. “ ga usah enakan ga pake kondom lebih nikmat ”, jawabku seperti seseorang yang gila akan seks sejenis. Dan iyapun menuangkan lotion itu ke kontolnya seperti tukang hot dog yang sedang menuangkan saus. Dan beranjak menuju ke tempat tidur kembali dan menaruh bantal di bawah pinggangku mengangkat kedua kaki ku ke atas pundaknya dan mengoleskan lotion ke dalam lobang pembuanganku yang masih sempit karena belum pernah di tembus kontol manapun. Di melakukan penetrasi dengan jarinya .. perama2 satu lalu dua, tiga . terasa sedikit sakit namun lama2 pantatku mulai menerima kenikmatan itu.
“ahhhhhh....ahhhh..ahhhh...ahhhhh.....ahhhh...aaaahhhhh....”
Dan setelah beberapa lama memainkan jarinya di pantatku di melepaskannya dan mulai mencona memasukan kontolnya .. sedikit takut dan ngeri, perlahan2 tetapi pasti dia memasukan saat kepalanya masuk terasa sangat perih seperti lobang pembuanganku robek, di menghentikannya karena mendengar teriakanku. Namun ku coba meyakinkannya bahwa aku tidak apa2. Dia mencoba lagi memasukannya. Peralahn tetapi pasti, sambil memasukan kontolnya dia mengocok kontolku yang meciut akibat rasa perih yang tadi kurasakan sehingga kontolku mengegang kembali dengan permainan tangannya, senhingga rasa skait pun tidak terasa karena permainan tangannya di kontolku membuat rasa sakit di pantatku sedikit tak terasa. Dan dengan lembut herman terus mendorong kontolnya untuk menembus lobangku yang masih sempit. Dan akirnya dengan susah payah kontolnya pun amblas di dalam lobang ku terasa sakit memang namun ku tahan agar herman tak merasa kasihan kepadaku. Dan juga bulu jembutnya yang lebat menggelitik pantatku sehingga terasa sangat enak!.
Perlahan ia memaju mundurkan pantat nya. Sehingga kontolnya mulai memompa lobang pantatku.
“ahhh...ahhhhhh...ahhhh .... ahhhhhhhhhh...” rasa sakit kini berubah menjadi rasa nikmat yang membuatku serasa berada di langit ke7 ..
Dan peraminannya smakin lama semkain cepat.. goyangan ranjang spring bednya pun bergoyang semkain kencang.
“ahhhhh...ahhhh.....ariiihhh pannnnthhhhathhh muuu ..... shhhhhempittttthhh bangeeeeetttthhhh .... ahhhhhhhh... ahhh...ahh..ahhhh..ahhhh.ahhhh...ahhh....ahhh”
“terushhhinnhh mhhannnnn... ahhh .. ahh . ahh .ahh a.. ahh .. ahh ..konthhhollllhhhhmuuu jughhhhaaa enakkkhhhhh bangethhhhh....kayaknyahhhhhhh... akhhhuuuhhhhh... bakhalanhh .. ketagihhhhaaannnhhh ... ”
Lama perenggamaan maki berlangsung. Dan akhirnya .
“ahhh....ahhh..ahhhh..ahhhh..ahhh...akkhhuu mauuu .. khelluArr ...”
“ahh...ahhh.ah.. ahhh. H..ahhh .aahhh .. keluarin .. ahhh .. di .. dallemhhh ... ahhhh .. ajjahhhh .. mannhhhh .... ahhh ... ahhh .. ahhh .. ”
Dan badan herman pun terasa mengejang dan membenamkan kontolnya dalam2 di lobang pantat ku.
“ahhhh....ahhh...ahhhh...ahhhh...ahhhh...ahhhh... ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.....”
Crrrrroooooot......crooooootttttt.croooooottttt.....crooootttt....crooootttt... terasa hangat lobang pantat ku dan terasa becek, mungkin karena peju yang di keluarkan olehnya sangat banyak .. bahkan ada yang keluar dari pantatku dan mengenai spring bednya .. diapun tergolek lemah di atas tubuhku ..
namun permainannya belum selesai .. dengan kontol yang masih ter tanam di dalam lobang pantatku dia menghisap kontolku yang dari tadi sudah tergolek lemas .. seketika kontolku sudah mengeras lagi . walupun ukurannya lebih kecil dari dia sekitar 17 cm. Dia kulum bagian kepala kontol ku. Karena itu memang yang aku sukai. Dia masukan setengah dari kontolku ke dalam mulutnya yang sangat hangat .. kepalanya mulai naik turun di ata kontolku .. nikmat rasanya di kocok dengan kontolnya yang masih ada di dalam pantatku ..
“ahhh..ahhh..ahh..terusshhh manhhh .. ahhh .. ahhh yang khencengghh manhh .. ahhhhh ...”
Dan hampir 10 menit aku belum sampai orgasme mulutnya terlihat kecapekan dan ia mengocoknya dengan tangannya .. tangan nya yang kasar memberikan sensasi tersendiri pada kulit kontolku .. dengan cepat dan kuat dia mengocok kontolku. Hingga akhirnya aku mencapai orgasme juga ..
“ahh ... ahhh ... ahhhh ... ahhh akkhhu mau kelluuarhhhh .. ahhh .. ahhhh..”
Saat mendengar itu dengan besit iya membenamkan kontolku di mulutnya.
Croooootttt.....croooootttt....croottttt... pejuh ku tumpah didalam mulut herman .. dan iya meminumnya sampai habis tak tersisa . dan akupun ter golek lemah .
Iya pun menggendogku menuju kamar mandi dengan kontol yang masih tertancap di pantatku dan sedikit ngaceng. Sampainya di kamar mandi dia menyalakan air di bath tub dan kami pun berenadam di dalam bthtub air hangat dan menyabuni tubuh pasangan.
Dan saat kami selesai mandi waktu menunjukan pukul 2 pagi .. kamipun berajak tidur dengan berpelukan dan berciuman. Sejak itu .. kamipun benjadi perpacaran dan sering melakukan hubungan seks di rumah herman.